Tuesday, July 30, 2013

Perusakan Demokrasi Mesir?


Siapa pun pasti tahu peristiwa Mesir yang sedang panas-panasnya ini.. 

Pertama-tama, aku hanya memberi tahu kalau aku bukan pengamat politik. Ya setidaknya bukan yang benar-benar antusias mengamatinya. Aku cuma suka berpendapat dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dan kali ini tidak ada salahnya kan membahas soal Mesir. 
Oke, jadi yang terjadi di Mesir sekarang adalah sebuah kudeta militer dalam rangka penurunan Presiden Mursi. Kudeta? Mungkin beberapa dari kalian masih bingung apa itu kudeta. Aku juga sebelumnya sempat tidak tahu apa arti dari kata itu. Ya, aku kan emang bukan orang politik. :P 
Nah, kudeta itu adalah pengalihan kekuasaan tertinggi. Jadi militer Mesir tampaknya sudah menempati kekuasaan tertinggi yang pada seharusnya adalah presiden. Itu karena mereka tidak mendukung kedudukan seorang Muhammad Mursi sebagai presiden Mesir. 
Peristiwa tersebut sudah ricuh sejak beberapa minggu yang lalu. Rakyat-rakyat yang mendukung dan yang menolak jabatan Mursi turun ke jalan. Militer pun ikut turun dengan anggapan awal membantu mendamaikan. Namun anggapan itu hanya sebatas lembaran penutup yang mudah tersingkap, karena rupanya para militer sempat menembakan pelurunya ke beberapa pendukung Mursi. Dan memang, itu jelas kalau militer berpihak dalam penurunan Mursi.
Kemudian akhirnya Muhammad Mursi berhasil digulingkan pada tanggal 3 Juli lalu di tahan di sel penjara dan kekuasaanya digantikan oleh militer. 
Sebenarnya banyak hal yang buat aku bingung, diantaranya :

  1. Setahuku Muhammad Mursi adalah presiden yang baik-baik saja, bahkan data-data menyatakan beliau sudah berhasil membuat beberapa kemajuan dalam Negara Mesir. Lalu kenapa dalam waktu yang sebentar, hanya setahun, orang-orang bisa protes dengan kepresidenannya Mursi?
  2. Apakah pemerintah Amerika ada hubungannya dengan peristiwa ini?
Alasan aku mempertanyakan dua hal di atas karena menurutku pasti ada sesuatu tentang ketidakpuasan militer sebagian warga Mesir terhadap sistem kepemimpinan Mursi, semuanya pasti di samping prestasi-prestasi yang telah beliau berikan. Atau mungkin lebih tepatnya bukan ketidakpuasan, melainkan kemauan mereka yang Mursi tidak mungkin akan lakukan.
Namun bagaimana pun juga nyatanya warga yang protes itu berbanding lebih sedikit dengan yang mendukung! Itu sih masuk akal, karena sebelumnya Mursi terpilih sebagai presiden melalui pemilu, dipilih oleh rakyat-rakyat Mesir sendiri secara demokratis. Beliau mendapat suara 60%. Lalu kenapa mayoritas dari berita berita yang dipublikasikan berbicara seperti 'sebagian besar rakyat Mesir protes', khususnya saluran-saluran TV internasional seperti BBC dan CNN. Nah dengan poin itu aku berpikir, ini ada hubungannya dengan Amerika. Dikarenakan juga satu hal yaitu sejak Mursi menjabat sebagai presiden, pintu Rafah (pintu pembatas antara Gaza dan Mesir) dibuka sehingga penyaluran bantuan dana, sandang-pangan, maupun senjata untuk warga Gaza lebih lancar. 
Lalu apa hubungannya dengan pemerintahan Amerika, kan itu sih kerugian Israel? Ya tentu saja ada. Israel kan anak kesayangannya Amerika Serikat, mengingat banyak orang israel yang menduduki pemerintahannya. Dan sebagai negara adidaya, bukan hal yang benar-benar sulit untuk melakukan semaunya. Ditambah lagi tokoh oposisi, El-Baradei yang sebelumnya gagal pada pemilu presiden terakhir. Waktu aku coba cari-cari informasi tentang El-Baradei, tokoh itu ternyata juga menjalin kerja sama dengan Amerika. 
Jadi kalau menurutku sih begini, pemeran utama dalam misi penurunan Mursi ini adalah pemerintahan Amerika Serikat dan El-Baradei. Militer adalah alat bantu mereka. Sedangkan rakyat yang ikut protes bisa dianggap sebagai peran pembantu. 
Dan satu hal lagi, sebenarnya yang mereka lakukan itu sama saja merusak demokrasi Mesir. Sama saja menekan tombol mesin waktu untuk kembali ke masa lalu, masa kekuasaan Hosni Mubarak, di mana pertumpahan darah terjadi dikarenakan militer bebas bermain dengan senjatanya. Sama saja melenyapkan dengan sia-sia jalan emas Mesir yang menjembatani masa depan yang lebih baik, yang telah dibangun dalam satu tahun terakhir ini. Hanya karena Pintu Raffah dan keobsesian terhadap jabatan tinggi? Ataukah karena ada sebuah ketakutan?

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ya. Begitulah
Itu pendapatku.
Cuma berpendapat ya. 
;)

No comments:

Post a Comment