Post pertama tahun 2017, tips ngerjain soal UN Bahasa Indonesia! Pokoknya nyesel kalau ga baca ini XD
Oke, mungkin bagi sebagian besar orang banyak yang nyepelein mata pelajaran UN yang satu ini. Bukan karena terlalu mudah juga, tapi masalahnya walau pun teori udah ada di kepala, saat menghadapi soal-soal pilihan ganda yang super rancu ujung-ujungnya pasti dibuat bingung juga. Jadilah banyak yang beranggapan buat ngerjainnya gimana nanti, tinggal dipikir-pikir terus aja.
Nah, yang kaya gini salah banget.
Karena, mengingat belajar teori saja memang tidak cukup, latihan soal yang bener-bener harus diperbanyak. Tapi bukan cuma asal kerjain satu paket soal terus liat kunci jawaban, kerjain lagi, liat kunci jawaban lagi, dan terus begitu, seperti yang kebanyakan orang lakukan. Walau pun kebiasaan kaya gitu membantu juga, tapi ga efektif, karena sulit untuk menangkap pola jawaban dari masing-masing topik.
Ini dia, untuk soal UN Bahasa Indonesia, yang terpenting adalah mengetahui pola jawaban.
Pada dasarnya, kerancuan yang sering kita hadapi karena perbedaan pendapat jawaban (mana yang terbenar) antara kita dan pembuat soal. Soal-soal Bahasa Indonesia emang lucu ya, bahkan antara guru Bahasa Indonesia suka punya pendapat berbeda. Di sini pun, aku bukan untuk menjamin siapa pun buat dapet 100 di UN Bahasa Indonesia. Karena susah banget buat sehati dengan si pembuat soal^^ Tapi setidaknya aku bisa bantu kalian dapat nilai di atas 9!
Jadi langsung aja, ini tipsnya berdasarkan masing-masing topik! (Yang dibahas berikut adalah soal yang sering dibingungin orang-orang)
1. Kutipan Novel/Cerpen/Hikayat/Drama
- Watak Tokoh: Jika punya lebih dari satu watak cari yang paling menonjol dan menjadi pokok cerita/permasalahan.
- Pendeskripsian Watak : Secara langsung oleh penulis (metode analitik), dialog antartokoh, pikiran tokoh, perilaku/tanggapan tokoh, oleh tokoh lain. Sebenarnya ini cukup jelas ya. Hanya saja yang suka menjebak adalah dialog antartokoh tidak harus kedua-duanya berbicara, jadi walapun hanya satu tokoh yang berbicara dan tokoh lainnya hanya menanggapi tanpa suara tetap masuk ke kategori dialog antartokoh. Dan satu hal lagi, jika ada 2 option perilaku tokoh dan tanggapan tokoh keduanya sudah pasti salah karena bermakna sama.
- Sudut Pandang: Orang pertama pelaku utama, orang pertama pelaku sampingan, orang ketiga pelaku utama (penulis bercerita dari satu sudut pandang tokoh. Contoh, .'Ibu merasa bingung bagaimana anak yang telah susah payah didiknya kini minggat dari rumah, dan kakaknya bagaimana bisa pula tidak peduli.'), & orang ketiga serba tahu (penulis bercerita bisa dari semua sudut pandang tokoh. Contoh, 'Ibu merasa bingung bagaimana anak yang telah susah payah dididiknya kini minggat dari rumah. Di sisi lain, Kakak merasa tidak peduli karena memang di hatinya sudah tertumpuk rasa benci.')
- Amanat: Harus berhubungan dengan kutipan. Baca semua optionnya baik-baik karena suka mengecoh.
- Nilai Moral: Nilai adalah ukuran dan moral adalah ajaran sikap baik buruk yang diterima masyarakat. Jadi nilai moral adalah ukuran bersikap yang secara umum berlaku di masyarakat, ga harus positif.
- Ciri Hikayat: Bahasanya plastis yang strukturnya seperti berulang-ulang (bukan tidak mudah dimengerti), ceritanya mustahil biasanya tokoh binatang yang tidak biasa atau hal-hal mistik, dan biasanya istansentris (berhubungan dengan hal-hal kerajaan). Jika ada pertanyaan pastikan diseusaikan dengan isi kutipan hikayat.
- Konflik/Masalah: Di sini biasanya optionnya dibuat rancu dengan kata-kata yang mirip tapi dapat dicari dengan jeli mana yang lebih masuk ke cerita. Bedakan juga 'konflik', 'penyebab konflik', dengan 'akibat konflik'. Yang perlu ditegasin juga, 'penyebab konflik' dan 'akibat konflik' berada di struktur yang sama dengan 'konflik' yaitu bagian komplikasi itu sendiri, jadi kalau ada option yang alurnya mulus pasti salah. 'Penyebab konflik' bukan orientasi begitu pun 'Akibat konflik' beda dengan evaluasi cerita.
2. Biografi
- Keteladan: Hal yang bisa diikuti kebanyakan orang yang membacanya. Tidak bersifat personal seperti dapat penghargaan, dsb,
- Hal Menarik/Unik: Cari pernyataan yang paling mewakili pernyataan yang lain pada option lain yang sekiranya membingungkan.
3. Teks Non-Fiksi
- Kalimat Utama: Udah tau kan ini, hampir selalu di kalimat awal. Jarang banget di akhir. Tapi liat saja kalau memang kalimat pertama adalah kalimat khusus.
- Isi: Sama aja dengan ringkasan. Jadi harus mewakili semuanya.
- Ide Pokok: Biasanya terdapat di kalimat utama. Ide pokok tidak sepanjang isi.
- Inti Kalimat: Sebenernya tinggal ambil inti subjek dan inti predikat (gaada bentuk frasanya) tapi bisa juga dengan objek jika bentuk kalimatnya aktif transitif (bisa diubah jadi kalimat pasif). Juga, terdapat pada klausa utama (bagian kalimat yang tidak diawali dengan konjungsi). Contohnya, 'Karena motornya rusak, Ibu saya sedang pergi ke pasar dengan sepeda.' --> Inti kalimatnya, Ibu pergi.
- Kalimat Inti: Beda dengan inti kalimat! Kalau ini, satu kalimatnya harus hanya terdiri dari inti kalimat. Beda dikit sih, cuma suka banyak yang bingung aja kan.
- Simpulan: Merupakan penegasan ulang. Cari--> Yang memberi tahu isi/ringkasan teks, yang memiliki hubungan sebab-akibat dengan kalimat yang sebelumnya, yang menganalogikan secara umum (untuk teks analogi/perbandingan).
- Kalimat Fakta & Opini: Kata kunci buat fakta --> sudah, waktu, kuantitas. Kata kunci buat opini --> tampak, menurut, kualitas/adjektif. Dari teorinya sebenernya simpel kan. Yang sering buat bingung karena suka ada kalimat yang mengandung keduanya, fakta & opini. Yang kaya gitu langsung disalahkan saja.
4. Resensi
- Keunggulan/Kelebihan: Yang positif dan paling sesuai (jangan males buat ngebandingin dengan teks nya lagi.
- Kelemahan/Kekurang: Yang negatif dan paling sesuai (jangan males buat ngebandingin dengan teks nya lagi.
- Kalimat Esai Tanggapan/Ulasan: Opini dalam ceritanya, bukan strukturnya, yang menyangkut pembaca (misalnya --> ceritanya seru, membuat pembaca menangis,cerita menggambarkan kehidupan). Biasanya tidak negatif.
- Kalimat Kritik: Opini dalam ceritanya yang negatif, yang juga cenderung bukan dari sisi strukturnya karena kalau dari strukturnya (penokohan, kebahasaan) untuk kalimat ulasan kelemahan. Suka mengandung saran.
5. Kata Baku
- Berikut daftarnya berdasarkan urutan kata baku - kata tidak baku
- Aktivitas – aktifitas
- Amendemen - amandemen
- Analisis – analisa
- Andal – handal
- Antenna - antene
- Antre – antri
- Asas – azas
- Astronaut – astronot
- Apotek – apotik
- Atlet – atlit
- Balans – balan
- Balsam – balsem
- Bus - bis
- Cabai – cabe
- Cendekiawan – cendikiawan
- Cenderamata – cinderamata
- Cengkeram – cengkram
- Depot – depo
- Diagnosis – diagnosa
- Diskotek – diskotik
- Distilasi – destilasi
- Dramatisasi – dramatisir
- Embus – hembus
- Ekstra - extra
- Ekstrem – ekstrim
- Ekstrover – ekstrovert
- Elite – elit
- Februari – Pebruari
- Fondasi – pondasi
- Formal - formil
- Frekuensi – frekwensi
- Hafal – hapal
- Geladi – gladi
- Hakikat - hakekat
- Hipotesis – hipotesa
- Hektar – hektar
- Hierarki – hirarki
- Ijazah – ijasah
- Imbau – himbau
- Isap – hisap
- Istri - isteri
- Jadwal -jadual
- Jenderal - jendral
- Karier – karir
- Komplet - komplit
- Kongres – konggres
- Konkret - kongkrit
- Korsleting - Konsleting
- Kreativitas - kreatifitas
- Kualifikasi – kwalifikasi
- Kualitatif – kwalitatif
- Kuantitatif – kwantitatif
- Kualitas – kwalitas
- Kuitansi – kwitansi
- Legalisasi – legalisir
- Lembap – lembab
- Lubang – lobang
- Makhluk – mahluk
- Mangkuk – mangkok
- Mantra – mantera
- Masjid – mesjid
- Merek – merk
- Meterai – meterei
- Metode – metoda
- Miliar – milyar
- Misi – missi
- Modern - moderen
- Mubazir - mubadir
- Mungkir – pungkir
- Naas – nahas
- Napas - nafas
- Narasumber – nara sumber
- Nasihat – nasehat
- Neto – netto
- Notula – notulen
- Objek – obyek
- Objektif – obyektif
- Omzet – omset
- Orisinal – orisinil
- Paham – faham
- Palem – palm
- Pasfoto – pas foto
- Paspor - pasport
- Pikir - fikir
- Praktik – praktek
- Prototipe – prototip
- Respons – respon
- Risiko – resiko
- Sah – syah
- Sanksi – sangsi
- Sekadar – sekedar
- Sekretaris – sekertaris
- Sentral - central
- Seprai – seprei
- Silakan – silahkan
- Sistem – sistim
- Saksama – seksama
- Standardisasi – standarisasi
- Subjek – subyek
- Subjektif – subyektif
- Tampak – nampak
- Teladan - tauladan
- teknik – tehnik
- Telanjur – terlanjur
- Telantar – terlantar
- Terampil – trampil
- Vila - villa
- Wakaf - waqaf
- Ubah – rubah
- Zamzam – zam-zam
6. Surat
- Penutup Surat: Yang benar --> 'Atas
perhatiannya/perhatian bapak/perhatian Saudara, sayaucapkan/mengucapkan terima kasihbanyak.'
No comments:
Post a Comment